Sepuluh tahun telah berlalu aku lulus dari Universitas In******a. Sekarang aku bekerja di sebuah perusahaan percetakan surat kabar dan aku masih bingung dengan kekuatan yang aku miliki sejak bangku Sekolah Dasar. Aku tak tahu cara mengendalikan kekuatan kekuatan ini. Kadang, saat aku marah aku menghentak meja dan meja menjadi gosong dan terbelah menjadi dua. Tapi saat aku ingin mencoba kekuatan ini kekuatan ini tidak muncul.
Suatu hari, aku cuti untuk liburan di daerah Bandung. Tepatnya di daerah Dago. Aku tak terlalu mengenal banyak wilayah di Bandung. Saat melewati daerah Lembang, aku berhenti sejenak untuk membeli minum, dan tak disangka-sangka aku bertemu dengan kakek yang menolongku waktu itu. Aku masih hafal persis wajahnya. kakek itu menghampiriku dan berkata "Bertemu lagi dengan kakek nak". "Kakek masih mengenaliku? sudah sepuluh tahun kita tak bertemu kek. Senang melihat kakek lagi" jawabku kepada kakek. "Bagaimana? kau sudah mengerti pesanku dimimpimu?" tanya kakek. "Aku masih tak paham kek" jawabku. Lalu kakek memegang tanganku dan mengajakku ke tempatnya. Selama dalam perjalanan, aku bertanya kepada kakek mengapa dia bisa ada di Bandung. Ternyata kakek tahu bahwa aku akan kemari. Lagi pula memang rumah kakek kebetulan rumahnya di sini. Sesampainya di tempat kakek, kakek menjelaskan semuannya. Ternyata di dunia ini tersebar banyak orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan hebat dan menakjubkan diatas kemampuan orang normal. Orang-orang itu disebut dengan "Genius". Dahulu orang-orang Genius hidup dengan damai dan tanpa gangguan. Tetapi semua berubah saat orang-orang Genius yang memiliki niat buruk dan jahat menyalah gunakan kekuatannya untuk menguasai dunia. Kemudian orang-orang Genius yang jahat membentuk suatu kelompok yang bernama "Indigo". Kelompok Indigo terdiri dari 13 orang Genius yang dipimpin oleh Tony Marcello dan dikelompok Indigo ada seorang wanita dari Indonesia bernama Clara Suhendar. Indigo mengenakan pakaian jubah serba putih. Indigo bergerak dengan cara membunuh para Genius dan mengambil kekuatan mereka untuk diri mereka sendiri. Mereka membelah kepala para Genius dan mengambil genetikanya dan disatukan dengan genetika mereka. sungguh perbuatan yang sangat kejam. Aku pun merinding mendengar hal itu. Sejak saat itu para Genius baik bersembunyi dan menyamar. Apabila ketahuan mereka akan langsung dibunuh di tempat.
Kakek pun adalah seorang Genius yang memiliki kemampuan memasuki pikiran orang dan ilusi. Selama ini kakek menyamar dan menjadi seorang pedagang kaki lima. Kakek sangat berharap banyak padaku untuk bisa mengumpulkan para Genius baik dan melawan kelompok Indigo.
Akhirnya, aku pun resign dari pekerjaanku dan berlatih mengendalikan kekuatanku. Ditemani oleh kakek, aku berlatih selama 2 tahun.
latihan yang kujalani ternyata sangatlah sulit. Aku harus dapat mengontrol emosi, karena emosi dapat membuat chakra yang ada ditubuh tidak stabil dan membuat kekuatan tidak dapat dikendalikan. Kakek mengajariku dengan sabar dan 2 tahun ku habiskan berlatih dengan kakek. Setelah 2 tahun berlalu kakek berkata padaku bahwa aku sudah siap memasuki dunia Genius. Aku pun siap dengan kekuatan Lightning Volt menghadapi dunia Genius yang keras dan berbahaya.
( TO BE CONTINUED)
( TO BE CONTINUED)